Hello readers! hari ini adalah hari terakhir di Bandung. Besok,
aku, miftah dan fery pulang ke Yogyakarta. Lima bulan di Bandung aku cukup baik
beradaptasi. Semoga pengalaman ini dapat menjadikan aku sebagai pribadi yang
lebih baik dari sebelumnya.
Berbicara mengenai adaptasi, saya teringat dengan satu
bunga. Menurut saya, bunga ini memiliki filosofi hidup yang sangat kuat.
Walaupun banyak orang berkata “sekarang bukanlah jaman untuk berfilosofi”, tapi
menurut saya, berfilosofi adalah aktivitas yang sangat penting. Walaupun tidak
ahli dalam bidang filsafat, menurut saya berfilosofi dapat menyadarkan kita
untuk selalu melihat dunia dengan jeli dan teliti, sehingga kita kan
mendapatkan pelajaran hidup untuk menjadikan hidup ini lebih baik. Salah
satunya akan saya contohkan dengan bunga ini.
Penasaran? Mari kita pahami filosofi dan pengajaran yang bisa
didapat dari bunga cantik ini.
Pertama, mari kita kenali dulu siapa dandelion ini.
Dandelion termasuk dalam genus Taraxacum dari family Asteraceae. Ia berasal
dari Eropa dan Asia.
Selanjutnya, mari kita dapatkan pelajaran hidup dari
dandelion.
Pelajaran 1:
Dandelion dapat hidup dimana saja. Dia merupakan tumbuhan
yang mudah beradaptasi. Angin membawa benihnya kemana saja dan menjatuhkannya
dimana saja. Setelah itu, benih dandelion akan tumbuh dan membawa kehidupan
baru.
Begitu juga manusia, kita juga harus pandai beradaptasi
dengan lingkungan sekitar. Kemana saja kita pergi, bagaimanapun situasinya,
kita harus bisa menyesuaikan diri. Perbaiki lingkungan sekitar tempat kita
berada dan bawa kebahagiaan kemanapun dan dimanapun.
Pelajaran 2:
Dandelion adalah simbol kekuatan. Benihnya yang kecil dan
rapuh terbang bersama angin yang kencang di langit yang tinggi. pada akhirnya,
benih tersebut akan tumbuh menjadi bunga baru.
Sebagai manusia, kita harus memiliki kekuatan melawan segala
rintangan. Apapun yang menghadang, kita tidak boleh pantang menyerah. Walaupun
kita kecil, walaupun kita miskin, walaupun kita memiliki banyak kekurangan,
jangan mudah menyerah. Dengan usaha dan kekuatan, hasil yang baik akan
menghampiri.
Pelajaran 3:
Dandelion jarang sekali dilirik oleh mata dunia. Bahkan
banyak yang menyepelekan. Ia tidak seperti mawar dan lili yang wangi dan indah
sebagai penghias. Ia lebih sering hidup di sekitar ilalang, bahkan bisa
dikategorikan sebagai tanaman liar.
Sebagai manusia, tidak mungkin kita hanya memiliki sisi yang
indah saja. Semua orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jangan
suka iri apalagi berkecil hati bahkan
minder. Kita bisa mencontoh dandelion. Walaupun jauh dibandingkan dengan mawar
dan lili, ia memiliki keindahan tersendiri yang membuatnya istimewa. Kitapun
harus begitu, walaupun kita tidak sehebat orang lain, tidak seberuntung orang
lain, tidak secantik orang lain, namun kita pasti mempunyai sisi istimewa pada
diri kita.
Pelajaran 4:
Dandelion adalah bunga dengan struktur yang sangat rumit.
Namun, sekali dia terhembus angin, ia akan terlepas dengan mudahnya.
Sekarang, kita ibaratkan struktur dandelion yang rumit
adalah masalah dalam kehidupan. Masalah dalam hidup ini banyak sekali. Masalah
keluarga, masalah sekolah, masalah uang, belum lagi masalah cinta. Kita harus
percaya bahwa semua masalah itu akan berlalu. Tentu saja kita tidak hanya
berdiam dan menunggu angina membawa masalah itu. Tapi kita harus mengatasinya,
sehingga masalah itu dapat berlalu seperti dandelion yang tertiup angina.
Pelajaran 5:
Dandelion tak seharum dan tak semahal bunga mawar.
Tangkainya kecil dan bunganya rapuh. Tapi, tangkai kecil dan bunga rapuh itulah
harta yang membuatnya berbeda dan istimewa. Dengan itu, kita dapat belajar
kesederhanaan dan kepercayadirian. Setiap manusia pasti berbeda, ada yang
tinggi ada yang pendek, ada yang berkulit putih ada juga yang berkulit hitam,
ada yang berambut keriting ada pula yang berambut lurus. Kita harus menerima
semua itu dan tetap percaya dengan diri kita. Just be your self. Soyez vous-même.
Itulah pelajaran yang bisa kita dapat dari dandelion.
Sekarang ini, saya tinggal jauh dari rumah, di tempat yang baru dengan suasana
yang baru. Sebuah harapan besar agar bisa hidup seperti dandelion, mudah beradaptasi,
kuat, tidak mudah menyerah, selalu menghargai kekurangan dan kelebihan yang
dimiliki, percaya diri dan mensyukuri apapun yang diberikan dalam hidup.
Pada akhirnya, dunia ini sangatlah luas. Dunia ini begitu
kaya dan beragam. Tidak cukup hanya memilik dua mata untuk melihat dunia secara
keseluruhan. Milikilah banyak mata untuk melihat sekitar, lihatlah keluar,
lihatlah semesta. Dengan begitu, kita banyak belajar. Bukan pelajaran yang kita
dapat di sekolah, tapi pelajaran hidup yang sangat berharga yang mungkin tidak
akan pernah kita dapatkan di bangku sekolah.
Last but not least, karena ini hari terakhir aku berada di Bandung, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah menjadi bagian hidupku selama lima bulan ini. Pertama, terimakasih untuk jurusan pendidikan bahasa prancis UNY yang sudah memberikan kesempatan mengikuti program ini. Terimakasih untuk ibu kos sekeluarga yang sudah bersedia menerimaku untuk tinggal dan sering menggunakan dapur di rumah ibu. Terimakasih untuk para dosen departemen pendidikan bahasa prancis UPI. Untuk Pak Udin, admin departemen pendidikan bahasa prancis UPI. Untuk teman-teman departemen pendidikan bahasa prancis kelas A dan kelas B. Merci sudah mau menerima kami mahasiswa UNY di kelas kalian. Excuse-moi si j'ai beaucoup de fautes. Khusus buat teman-teman departemen pendidikan bahasa prancis UPI, ditunggu kedatangannya di Yogyakarta ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar