Jumat, 08 Januari 2016

Dandelion, Bandung Punya Cerita



Hello readers! hari ini adalah hari terakhir di Bandung. Besok, aku, miftah dan fery pulang ke Yogyakarta. Lima bulan di Bandung aku cukup baik beradaptasi. Semoga pengalaman ini dapat menjadikan aku sebagai pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Berbicara mengenai adaptasi, saya teringat dengan satu bunga. Menurut saya, bunga ini memiliki filosofi hidup yang sangat kuat. Walaupun banyak orang berkata “sekarang bukanlah jaman untuk berfilosofi”, tapi menurut saya, berfilosofi adalah aktivitas yang sangat penting. Walaupun tidak ahli dalam bidang filsafat, menurut saya berfilosofi dapat menyadarkan kita untuk selalu melihat dunia dengan jeli dan teliti, sehingga kita kan mendapatkan pelajaran hidup untuk menjadikan hidup ini lebih baik. Salah satunya akan saya contohkan dengan bunga ini.

Penasaran? Mari kita pahami filosofi dan pengajaran yang bisa didapat dari bunga cantik ini.
Pertama, mari kita kenali dulu siapa dandelion ini. Dandelion termasuk dalam genus Taraxacum dari family Asteraceae. Ia berasal dari Eropa dan Asia.

Selanjutnya, mari kita dapatkan pelajaran hidup dari dandelion.
Pelajaran 1:
Dandelion dapat hidup dimana saja. Dia merupakan tumbuhan yang mudah beradaptasi. Angin membawa benihnya kemana saja dan menjatuhkannya dimana saja. Setelah itu, benih dandelion akan tumbuh dan membawa kehidupan baru.
Begitu juga manusia, kita juga harus pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kemana saja kita pergi, bagaimanapun situasinya, kita harus bisa menyesuaikan diri. Perbaiki lingkungan sekitar tempat kita berada dan bawa kebahagiaan kemanapun dan dimanapun.

Pelajaran 2:
Dandelion adalah simbol kekuatan. Benihnya yang kecil dan rapuh terbang bersama angin yang kencang di langit yang tinggi. pada akhirnya, benih tersebut akan tumbuh menjadi bunga baru.
Sebagai manusia, kita harus memiliki kekuatan melawan segala rintangan. Apapun yang menghadang, kita tidak boleh pantang menyerah. Walaupun kita kecil, walaupun kita miskin, walaupun kita memiliki banyak kekurangan, jangan mudah menyerah. Dengan usaha dan kekuatan, hasil yang baik akan menghampiri.

Pelajaran 3:
Dandelion jarang sekali dilirik oleh mata dunia. Bahkan banyak yang menyepelekan. Ia tidak seperti mawar dan lili yang wangi dan indah sebagai penghias. Ia lebih sering hidup di sekitar ilalang, bahkan bisa dikategorikan sebagai tanaman liar.
Sebagai manusia, tidak mungkin kita hanya memiliki sisi yang indah saja. Semua orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jangan suka iri apalagi  berkecil hati bahkan minder. Kita bisa mencontoh dandelion. Walaupun jauh dibandingkan dengan mawar dan lili, ia memiliki keindahan tersendiri yang membuatnya istimewa. Kitapun harus begitu, walaupun kita tidak sehebat orang lain, tidak seberuntung orang lain, tidak secantik orang lain, namun kita pasti mempunyai sisi istimewa pada diri kita.

Pelajaran 4:
Dandelion adalah bunga dengan struktur yang sangat rumit. Namun, sekali dia terhembus angin, ia akan terlepas dengan mudahnya.
Sekarang, kita ibaratkan struktur dandelion yang rumit adalah masalah dalam kehidupan. Masalah dalam hidup ini banyak sekali. Masalah keluarga, masalah sekolah, masalah uang, belum lagi masalah cinta. Kita harus percaya bahwa semua masalah itu akan berlalu. Tentu saja kita tidak hanya berdiam dan menunggu angina membawa masalah itu. Tapi kita harus mengatasinya, sehingga masalah itu dapat berlalu seperti dandelion yang tertiup angina.

Pelajaran 5:
Dandelion tak seharum dan tak semahal bunga mawar. Tangkainya kecil dan bunganya rapuh. Tapi, tangkai kecil dan bunga rapuh itulah harta yang membuatnya berbeda dan istimewa. Dengan itu, kita dapat belajar kesederhanaan dan kepercayadirian. Setiap manusia pasti berbeda, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang berkulit putih ada juga yang berkulit hitam, ada yang berambut keriting ada pula yang berambut lurus. Kita harus menerima semua itu dan tetap percaya dengan diri kita. Just be your self. Soyez vous-même.

Itulah pelajaran yang bisa kita dapat dari dandelion. Sekarang ini, saya tinggal jauh dari rumah, di tempat yang baru dengan suasana yang baru. Sebuah harapan besar agar bisa hidup seperti dandelion, mudah beradaptasi, kuat, tidak mudah menyerah, selalu menghargai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, percaya diri dan mensyukuri apapun yang diberikan dalam hidup.

Pada akhirnya, dunia ini sangatlah luas. Dunia ini begitu kaya dan beragam. Tidak cukup hanya memilik dua mata untuk melihat dunia secara keseluruhan. Milikilah banyak mata untuk melihat sekitar, lihatlah keluar, lihatlah semesta. Dengan begitu, kita banyak belajar. Bukan pelajaran yang kita dapat di sekolah, tapi pelajaran hidup yang sangat berharga yang mungkin tidak akan pernah kita dapatkan di bangku sekolah.

Last but not least, karena ini hari terakhir aku berada di Bandung, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah menjadi bagian hidupku selama lima bulan ini. Pertama, terimakasih untuk jurusan pendidikan bahasa prancis UNY yang sudah memberikan kesempatan mengikuti program ini. Terimakasih untuk ibu kos sekeluarga yang sudah bersedia menerimaku untuk tinggal dan sering menggunakan dapur di rumah ibu. Terimakasih untuk para dosen departemen pendidikan bahasa prancis UPI. Untuk Pak Udin, admin departemen pendidikan bahasa prancis UPI. Untuk teman-teman departemen pendidikan bahasa prancis kelas A dan kelas B. Merci sudah mau menerima kami mahasiswa UNY di kelas kalian. Excuse-moi si j'ai beaucoup de fautes. Khusus buat teman-teman departemen pendidikan bahasa prancis UPI, ditunggu kedatangannya di Yogyakarta ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar