Hello blogger, selamat malam. malam ini Bandung diguyur hujan ringan dan aku mencoba menyelesaikan paper sosiolinguistik.
Ini seharusnya di posting tiga bulan yang lalu. Tapi karena sok-sokan menyibukkan diri, akhirnya baru sempat di posting malam ini.
happy reading!
A= Antusias,
B=Bodoh Amat
Rumus maca apa
itu?
Itu bukan rumus,
melainkan sebuah penyataan dari seorang teman tentang kelas A dan kelas B.
Hari itu, adalah
hari selasa tanggal 8 September 2015 tepat saat mata kuliah production écrite. Saat itu, kelas dibagi
menjadi beberapa kelompok. Aku berada di kelompok 6 bersama Veria, Ismail dan
Narita. Dosen memberi kami tugas untuk menemukan satu tema yang nantinya akan
kami kembangkan menjadi sebuah tulisan.
Di tengah-tengah
diskusi, muncul obrolan-obrolan yang melenceng dari apa yang seharusnya
didiskusikan. Kami sempat mengobrol mengenai Sekaten Yogyakarta, Festival
Kesenian Yogyakarta, Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta dan banyak lagi
mengenai Yogyakarta. Selain itu kami juga mengobrol mengenai kelas. Aku
penasaran mengapa di sini hanya ada dua kelas yaitu kelas A dan kelas B.
Setelah lama
mengobrol, aku sedikit bercerita mengenai dua temanku yang berada di kelas A.
Menurut mereka, kelas A adalah kelas dengan anak-anak yang serius. Tidak hanya
mereka yang berpendapat demikian. Para dosenpun mengatakan hal yang serupa,
bahkan ada salah satu dosen yang jika ia masuk ke kelas A, maka semua
mahasiswanya akan serius sampai-sampai wajah mereka terlihat kotak, datar dan
sangat serius.
Kedua temanku
tadi penasaran bagaimana dengan kelas B. Tentu saja aku juga bercerita bahwa
kelas B adalah kelas yang menyenangkan dengan teman-teman yang seru dan ramai.
Menurut dosen, kelas B tidak seserius kelas A. mahasiswa di kelas B lebih bisa
diajak bercanda dan juga menggila.
Setelah cerita
itu, aku bertanya kepada Veria, Ismail dan Narita. Apaka semua kelas A selalu
serius? Apakah kelas B selalu tidak seserius kelas A?
Jawaban dari
Ismail cukup menggelikan. Menurutnya, semua kelas A selalu serius karena mereka
A (Antusias) dan kelas B selalu kebalikannya karena mereka B (Bodoh amat).
Menurutku itu jawaban yang simple namun sangat menggambarkan kenyataan.
Semua itu ada
plus dan minusnya. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Tidak ada yang sempurna. Kelas A dan Kelas B punya keunikan masing-masing.
Semuanya harus bersaing secara sehat dalam hal prestasi.
Satu pesan dari
apa yang pernah kubaca, “Be a great person, but not a serious one”. Jadilah
orang yang hebat, tapi bukan si serius. Bukan bermaksud mengajak untuk tidak
serius dalam melakukan pekerjaan. Si serius di sini adalah orang yang tidak
bisa bercanda dan tidak bisa diajak seru. Jangan salah mengartikan.
Sekali lagi “Be
a great person, but not a serious one”. Jadilah orang hebat yang bisa bercanda
dan bisa membuat situasi menjadi menyenangkan.
Au revoir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar