Hello everyone…
Hari ini adalah
hari TM (technical meeting) ospek jurusan pendidikan bahasa prancis. Saya
menjadi pemandu gugus “neptune”. Senang sekali bertemu dengan wajah-wajah baru
yang akan menjadi adik angkatan di jurusan pendidikan bahasa prancis. TM
berjalan cukup lancar walaupun kami harus berpindah tempat secara mendadak.
Selain TM ospek
jurusan pendidikan bahasa prancis, hari ini saya juga mendapat kabar gembira.
Saya dan keempat teman saya (Miftah, Fery, Heni dan Yesi) dinyatakan lolos untuk
mengikuti transfer mahasiswa dari UNY ke UPI Bandung. Awalnya sedikit terkejut.
Kami berlima bingung harus bagaimana karena kabar gembira ini datang begitu
mendadak. Selain itu, kami juga harus berangkat ke Bandung sebelum tanggal 1
September. Benar-benar mendadak dan waktu yang kami miliki tinggal satu minggu
lagi.
Di sela-sela
kabar gembira, ada sedikit kekhawatiran yang dirasakan. Ada begitu banyak yang
harus ditinggalkan. Orang tua, keluarga, organisasi dan tentu kota Yogyakarta
tercinta. Namun, keinginan untuk mandiri dan mencari pengalaman, membuat tekad
untuk pergi semakin kuat. Jujur, saya sudah berkeinginan untuk belajar di
Bandung sejak SMP. Jika saja hari ini tidak ada kesempatan untuk itu, maka saya
akan belajar di Bandung saat S2. Alhamdulillah, kesempatan itu datang lebih
cepat dari yang diharapkan.
Selama ini,
sejak lahir hingga duduk di tahun ketiga kuliah, saya selelu tinggal di
Yogyakarta. Tinggal di sebuah rumah sederhana yang dikelilingi keluarga. bukan
hanya keluarga kecil, tetapi keluarga yang menurutku sangat besar. Kakek, nenek
dan sepupuku Yuza. Semoga saat besok mbak Nia pulang, Yuza masih ingat dan
masih mau main sama mbak Nia. Hehehe. Bapak dan Ibu, saya tahu, sulit melepas
anak pertama kalian pergi jauh untuk pertama kalinya. Tapi, jangan khawatir, di
sana saya belajar. Dan untuk adik tertembem, Nisa, belajar yang rajin, ujian
nasional akan segera datang.
Hal lain yang
masih dikhawatirkan sampai saat ini adalah HIPER. Ya, memang pada awalnya saya
setengah hati menjalani hari-hari saya bersama HIPER. Tapi, setelah berjalannya
waktu, saya ingin menjadi kepala depertemen yang lebih baik. Jujur saja tidak
tega meninggalkan staf-staf PSDM tanpa seorang staf ahli. Tapi, jika saya
diminta untuk tinggal dan tetap menjadi kepala departemen PSDM, jujur saya
tidak bisa. Saya mempunyai prioritas dan mimpi yang harus dikejar dan digapai
untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Saya datang ke UNY berniat untuk
belajar dan organisasai HIPER adalah kegiatan lain yang memiliki persentase lebih
rendah dibandingkan kegiatan kuliah.
Mungkin aka nada
orang yang berkata saya egois atau meninggalkan tanggung jawab. Silahkan saja.
“Ini hidupku dan aku berhak memilih”.
Tidak hanya saya
yang bimbang dengan HIPER. Miftah dan Fery pun sama. Kami bertiga adalah
pengurus HIPER 2015. Miftah adalah staf ahli departemen soskesma dan Fery
adalah staf departemen humas-komunikasi. Mungkin tidak terlalu berat bagi
mereka karena mereka bukan kepala departemen. Masih akan ada kepala departemen
yang menangani depertemennya. Tapi untuk PSDM, saya benar-benar menyesal. Saya
merasa belum memberikan apa-apa samapi saat ini. Je suis désolée.
Saya juga
meminta maaf untuk seluruh teman-teman P3L. Saya jarang sekali berangkat rapat
P3L. bukan karena tidak mau atau tidak suka. Saya punya kehidupan lain selain
di kampung Panggungan. Saya akan memasrahkan uang tabungan pemuda pemudi kepada
anggota lain yang bisa bertanggung jawab.
Untuk
teman-teman kelas J jurusan pendidikan bahasa prancis angkatan 2103, uang drama
EO 5 sudah terkumpul Rp 1.005.000-, . saya akan memberikan uangnya besok
sebelum berangkat. Hehehe. Do’akan kami sukses. Kalian akan menemukan teman
baru, begitupun kami. Saya percaya, kita kan sukses bersama-sama. Semangat
untuk drama EO 5. Semoga native-nya menyenangkan.
En fin, Je vous
aime tout le monde.
Je vous remercie, Je suis désolée, Je vous aime