Ini ditulis satu setengah bulan yang lalu, tapi baru sempat posting sekarang karena sok sibuk. happy reading!
Sekarang aku
sedang berada di depan museum pendidikan nasional di UPI. Kebetulan sedang
istirahat setelah kuliah grammaire 5 bersama monsieur Soeprapto. Hari ini,
kelas belum masuk ke materi yang sebenarnya. Hanya sedikit pengantar untuk
me-refresh otak yang hampir 3 bulan tidak bekerja dengan bahasa Prancis.
Dari pengantar
yang diberikan oleh monsieur Soeprapto, ada hal-hal menarik yang sangat saying
bila tidak dibagi. Hal menarik itu adalah kiat-kiat khusus belajar grammaire.
Ada beberapa kiat yang harus dilakukan agar sukses mempelajari grammaire.
Berikut adalah kiat-kiatnya:
1.
Milikilah buku “Tata Bahasa bahasa Indonesia”
Mengapa
harus memiliki buku tersebut? Kita tidak belajar bahasa Indonesia sekarang,
kita belajar bahasa Prancis bukan?
Ya, memang kita sedang belajar bahasa
Prancis. Grammaire yang dipelajari tentu saja juga grammaire bahasa Prancis. Tapi,
kita tidak boleh melupakan bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia. Menurut
monsieur Soeprapto, jika kita bisa menguasai kaidah bahasa Indonesia dengan
baik, maka kita juga bisa menguasai kaidah bahasa aing dengan baik. Salah
satunya kaidah bahasa Prancis.
Dalam
grammaire atau kaidah bahasa Prancis, terdapat banyak sekali padanan yang juga
terdapat dalam kaidah bahasa Indonesia. Banyak istilah-istilah yang mirip baik
secara nama maupun secara penggunaannya.
Jadi,
jangan menjadi kacang yang melupakan kulit. Sebelum menguasai bahasa asing,
alangkah baiknya jika kita menguasai bahasa kita sendiri. Akan sangat malu jika
kita lancar berbahasa asing dan sangat paham akan kaidahnya, namun kita tidak
paham akan kaidah bahasa Indonesia.
Tapi
ingat, jangan hanya memiliki saja tetapi baca dan pahami buku “Tata Bahasa
bahasa Indonesia”.
2.
Kuasai konjugasi
Dalam
bahasa Prancis, konjugasi adalah hal yang sangat penting. Semua verba akan
dikonjugasikan sesuai dengan subjek dan waktunya. Hal semacam ini tidak ditemui
dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menguasai semua konjugasi
agar mudah untuk menulis dan berbicara. Memang sulit pada awalnya. Tetapi,
sebagai mahasiswa pendidikan bahasa Prancis, mau tidak mau kita harus
menguasainya. Sekadar saran, buatlah ringkasan grammaire dan tabel konjugasi
kemudian hafalkan. Itu sama halnya dengan kita membuat tabel rumus matematika
dan fisika.
3.
Kuasai ortograf
Ortograf
atau ejaan sangat berpengaruh dalam semua bahasa, tidak terkecuali bahasa
Prancis. Jika kita menulis dalam bahasa Prancis, maka aka nada banyak accent.
Apa yang diucapkan dan apa yang ditulis sangatlah berbeda. Jadi, berhati-hatilah
dengan ortograf. Jika kurang satu huruf atau kurang satu accent saja, maka
kalimat itu dianggap salah tanpa toleransi.
4.
Kuasai prononciation
Prononciation atau pelafalan sangat
mempengaruhi makna suatu kata. Orang tidak akan paham apa yang sedang kita
bicarakan jika pelafalannya tidak jelas. Dalam bahasa Prancis, terdapat kalimat
“Le son change, le sens change” yang bermakna pelafalan berubah, makna berubah.
Semua
orang yang mempelajari bahasa asing harus berusaha melafalkan kata dalam bahasa
aing dengan baik, tepat dan benar. Sehingga, orang akan paham dengan apa yang
kita maksudkan.
5.
Bersikap kritis
Tidak
hanya peneliti dan kritikus sosial yang berpikir kritis. Sebagai pembelajar
bahasa, kita juga harus mempunyai sikap kritis. Kita harus jeli dengan apa yang
kita pelajari. Saat ada sesuatu yang tidak kita ketahui, langsung cari tahu
dengan bertanya kepada yang lebih ahli. Jika masih kurang, carilah referensi
sebanyak-banyaknya untuk mencari jawaban atas ketidaktahuan itu. Tapi, tetaplah
berhati-hati dan selektif saat mencari referensi. Agar kita mendapatkan sumber
yang benar-benar bagus dan berkualitas.
6.
Terus berlatih
Belajar
bahasa terutama kaidah bahasanya bukanlah suatu hal yang teoritis melainkan
praktis. Memang pada awalnya kita diberi teori mengenai kadah bahasa tersebut,
namun pada akhirnya kita harus mengaplikasikannya dengan praktik.
Praktik
nyata pengaplikasian kaidah bahasa adalah saat kita mendengarkan, membaca
menulis dan berbicara. Kita akan menggunakan apa yang telah kita pelajari dalam
kaidah bahasa.
Sudah
dikatakan sebelumnya bahwa belajar grammaire atau kaidah bahasa sama halnya
dengan belajar matematika dan fisika. Tidak hanya matematika dan fisika yang
mempunyai rumus, bahasa juga mempunyai rumus. Tidak mungkin rumus tersebut
hanya dicatat dan dihafal tanpa diaplikasikan. Jadi, teruslah berlatih dengan
soal-soal latihan agar ilmu grammaire kita tidak sia-sia.
Nah, itulah beberapa kiat sukses belajar
grammaire. Semua orang mempunyai gaya dan cara belajar masing-masing.
Cari dan temukan gaya dan caramu, sehingga kamu akan menemukan kiat-kiat apa
yang harus dilakukan agar bisa sukses dalam belajar grammaire.
Last
but not least, sebuah pesan dari Ali bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan
menuliskannya”. Rajin-rajinlah menulis agar ilmu yang telah dipelajari tidak
hilang begitu saja. Keep writing guys.
Au
revoir.
wah bermanfaat sekali. makasih kak tipsnya😊
BalasHapus