Jumat, 13 November 2015

Kiat-kiat Sukses Belajar Grammaire -Baru Sempat Posting-

Ini ditulis satu setengah bulan yang lalu, tapi baru sempat posting sekarang karena sok sibuk. happy reading!
 
Sekarang aku sedang berada di depan museum pendidikan nasional di UPI. Kebetulan sedang istirahat setelah kuliah grammaire 5 bersama monsieur Soeprapto. Hari ini, kelas belum masuk ke materi yang sebenarnya. Hanya sedikit pengantar untuk me-refresh otak yang hampir 3 bulan tidak bekerja dengan bahasa Prancis.

Dari pengantar yang diberikan oleh monsieur Soeprapto, ada hal-hal menarik yang sangat saying bila tidak dibagi. Hal menarik itu adalah kiat-kiat khusus belajar grammaire. Ada beberapa kiat yang harus dilakukan agar sukses mempelajari grammaire. Berikut adalah kiat-kiatnya:
1.      Milikilah buku “Tata Bahasa bahasa Indonesia”
Mengapa harus memiliki buku tersebut? Kita tidak belajar bahasa Indonesia sekarang, kita belajar bahasa Prancis bukan?
Ya, memang kita sedang belajar bahasa Prancis. Grammaire yang dipelajari tentu saja juga grammaire bahasa Prancis. Tapi, kita tidak boleh melupakan bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia. Menurut monsieur Soeprapto, jika kita bisa menguasai kaidah bahasa Indonesia dengan baik, maka kita juga bisa menguasai kaidah bahasa aing dengan baik. Salah satunya kaidah bahasa Prancis.
Dalam grammaire atau kaidah bahasa Prancis, terdapat banyak sekali padanan yang juga terdapat dalam kaidah bahasa Indonesia. Banyak istilah-istilah yang mirip baik secara nama maupun secara penggunaannya.
Jadi, jangan menjadi kacang yang melupakan kulit. Sebelum menguasai bahasa asing, alangkah baiknya jika kita menguasai bahasa kita sendiri. Akan sangat malu jika kita lancar berbahasa asing dan sangat paham akan kaidahnya, namun kita tidak paham akan kaidah bahasa Indonesia.
Tapi ingat, jangan hanya memiliki saja tetapi baca dan pahami buku “Tata Bahasa bahasa Indonesia”.
2.      Kuasai konjugasi
Dalam bahasa Prancis, konjugasi adalah hal yang sangat penting. Semua verba akan dikonjugasikan sesuai dengan subjek dan waktunya. Hal semacam ini tidak ditemui dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menguasai semua konjugasi agar mudah untuk menulis dan berbicara. Memang sulit pada awalnya. Tetapi, sebagai mahasiswa pendidikan bahasa Prancis, mau tidak mau kita harus menguasainya. Sekadar saran, buatlah ringkasan grammaire dan tabel konjugasi kemudian hafalkan. Itu sama halnya dengan kita membuat tabel rumus matematika dan fisika.
3.      Kuasai ortograf
Ortograf atau ejaan sangat berpengaruh dalam semua bahasa, tidak terkecuali bahasa Prancis. Jika kita menulis dalam bahasa Prancis, maka aka nada banyak accent. Apa yang diucapkan dan apa yang ditulis sangatlah berbeda. Jadi, berhati-hatilah dengan ortograf. Jika kurang satu huruf atau kurang satu accent saja, maka kalimat itu dianggap salah tanpa toleransi.
4.      Kuasai prononciation
Prononciation atau pelafalan sangat mempengaruhi makna suatu kata. Orang tidak akan paham apa yang sedang kita bicarakan jika pelafalannya tidak jelas. Dalam bahasa Prancis, terdapat kalimat “Le son change, le sens change” yang bermakna pelafalan berubah, makna berubah.
Semua orang yang mempelajari bahasa asing harus berusaha melafalkan kata dalam bahasa aing dengan baik, tepat dan benar. Sehingga, orang akan paham dengan apa yang kita maksudkan.
5.      Bersikap kritis
Tidak hanya peneliti dan kritikus sosial yang berpikir kritis. Sebagai pembelajar bahasa, kita juga harus mempunyai sikap kritis. Kita harus jeli dengan apa yang kita pelajari. Saat ada sesuatu yang tidak kita ketahui, langsung cari tahu dengan bertanya kepada yang lebih ahli. Jika masih kurang, carilah referensi sebanyak-banyaknya untuk mencari jawaban atas ketidaktahuan itu. Tapi, tetaplah berhati-hati dan selektif saat mencari referensi. Agar kita mendapatkan sumber yang benar-benar bagus dan berkualitas.
6.      Terus berlatih
Belajar bahasa terutama kaidah bahasanya bukanlah suatu hal yang teoritis melainkan praktis. Memang pada awalnya kita diberi teori mengenai kadah bahasa tersebut, namun pada akhirnya kita harus mengaplikasikannya dengan praktik.
Praktik nyata pengaplikasian kaidah bahasa adalah saat kita mendengarkan, membaca menulis dan berbicara. Kita akan menggunakan apa yang telah kita pelajari dalam kaidah bahasa.
Sudah dikatakan sebelumnya bahwa belajar grammaire atau kaidah bahasa sama halnya dengan belajar matematika dan fisika. Tidak hanya matematika dan fisika yang mempunyai rumus, bahasa juga mempunyai rumus. Tidak mungkin rumus tersebut hanya dicatat dan dihafal tanpa diaplikasikan. Jadi, teruslah berlatih dengan soal-soal latihan agar ilmu grammaire kita tidak sia-sia.

Nah, itulah beberapa kiat sukses belajar grammaire. Semua orang mempunyai gaya dan cara belajar masing-masing. Cari dan temukan gaya dan caramu, sehingga kamu akan menemukan kiat-kiat apa yang harus dilakukan agar bisa sukses dalam belajar grammaire.

Last but not least, sebuah pesan dari Ali bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”. Rajin-rajinlah menulis agar ilmu yang telah dipelajari tidak hilang begitu saja. Keep writing guys.

Au revoir.

1 komentar: