Kalau Raditya Dika punya “Raditya
Ngomongin Cinta”, Nia juga bisa ngomongin cinta.
Jarang-jarang lho, Nia membahas
tentang cinta. Hehehe
Malam minggu di penghujung tahun
2014.
Jam menunjukkan pukul 23:54 WIB dan
mataku masih belum ingin terpejam. Akhirnya, aku menonton acara TV malam.
Kebetulan ada film bagus. Judulnya 3600 detik. Walaupun aku tidak menontonnya dari awal, tapi aku cukup paham
dengan jalan ceritanya. Setelah film selesai, aku beranjak ke kamar, berniat
untuk tidur. Tapi, niat tidur itu gagal. Aku membuka laptop dan mulai mengetik.
Sepertinya hobby ku menulis cerpen
muncul kembali. Tidak hanya itu, gara-gara film itu, aku teringat akan
kedekatanku dengan teman SMP ku. Tidak perlu kusebut siapa namanya. Kami dekat
saat kami kelas 2 SMA. Ini aneh. Tiga tahun kami satu kelas di SMP, tapi selama
itu juga kami tidak dekat.
Aku dan temanku mulai dekat setelah
kami bertemu di suatu sore yang hujan. Saat itu kami akan pergi menjenguk
seorang teman. Singkat cerita, kami menjadi semakin dekat. Walaupun begitu,
kita tidak terikat dengan yang disebut pacaran. Saat itu, aku bingung harus
menyebut hubungan itu dengan sebutan apa. Teman? Tentu saja lebih dari sekadar
tema. Sahabat? Bisa dibilang begitu. Sampai akhirnya aku menyebut itu dengan friend zone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar